Optimasi IKA-USK: Berdedikasi untuk Masyarakat Melalui Rintangan Ekstrem di Tanah Gayo

Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) berdedikasi untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di Tanah Gayo. Program bakti sosial “Saweu Syedara” telah diinisiasi sebagai upaya untuk melakukan optimasi di daerah ini. Rintangan ekstrem, termasuk lokasi terpencil dan akses yang sulit, tidak menghalangi IKA USK untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Dengan fokus pada penataan dan perbaikan sarana ibadah dan keagamaan, IKA USK berperan aktif dalam mendukung kegiatan kemakmuran ibadah warga masyarakat diwilayah yang telah dilanda bencana.
Pelaksanaan Program Bakti Sosial
Program Saweu Syedara dimulai pada awal Ramadhan dan berhasil diselesaikan pada tanggal 15 Maret 2026. Semua kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama yang baik antara IKA USK dan warga setempat, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat.
Dana untuk program ini berasal dari donasi yang diberikan oleh para alumni IKA USK yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketua Umum PP IKA USK, Amal Hasan, SE, M.Si, memastikan bahwa semua dana digunakan dengan bijaksana dan efektif untuk mendukung kegiatan bakti sosial ini.
Mengunjungi Desa Delung Sekinel
Lokasi pertama yang dikunjungi oleh tim IKA USK adalah Desa Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Desa ini merupakan area yang sangat terpencil, dan warganya merasa kurang mendapatkan perhatian yang memadai dari pihak pemerintah dan pihak lainnya. Akses ke desa ini sangat menantang, dengan jalan terjal dan penuh risiko yang harus dilalui melalui hutan Gayo. Perjalanan ke lokasi ini membutuhkan waktu sekitar empat jam dengan jarak sekitar 60-70 km dari pusat kota.
Bantuan Pasca Bencana
Desa Delung Sekinel mengalami bencana alam pada November tahun lalu, yang menghancurkan hampir 90 persen lahan pertanian dan perkebunan di daerah ini. Bencana ini memberikan dampak yang sangat besar bagi warga, banyak dari mereka kehilangan mata pencarian, rumah, dan harta benda. Beberapa warga bahkan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka sebelumnya tidak layak huni lagi.
Bantuan dari IKA USK disalurkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (PP IKA USK), Amal Hasan, SE, M.Si, bersama tim IKA USK Saweu Sye’dara. Bantuan ini diterima langsung oleh Reje Desa Delung Sekinel, Sudirman. Sudirman mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan donasi yang diberikan oleh IKA USK. Bantuan ini sangat membantu warga masyarakat di sekitar lokasi, yang terdiri dari empat desa dalam kemukiman setempat.
Bantuan Berkelanjutan dari IKA USK
Setelah bencana, keadaan masyarakat di desa ini masih sangat memprihatinkan dan memerlukan dukungan dan bantuan yang berkelanjutan. Sudirman berharap IKA USK dapat menjadi salah satu media yang dapat mengajak berbagai pihak lainnya untuk membantu dalam pembangunan fasilitas umum lainnya, seperti sumur bor untuk sumber air bersih dan tempat sanitasi yang lebih nyaman bagi warga.
Amal Hasan, SE, M.Si, Ketua Umum PP IKA USK, berharap bahwa donasi yang diberikan dapat sedikit membantu masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman. Ia juga berharap warga setempat dapat tetap semangat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan dan masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan Bantuan di Daerah Lainnya
Selain Desa Delung Sekinel, IKA USK juga memberikan bantuan penataan sarana ibadah dan berbagai fasilitas lainnya di empat desa lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Desa-desa tersebut adalah Desa Rawe, Kecamatan Lut Tawar, dan Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sementara dua desa di Kabupaten Bener Meriah yang mendapatkan bantuan adalah Desa Rembele, dan Desa Lampahan Barat.
Harapan untuk Masa Depan
Amal Hasan berharap bantuan yang diberikan oleh IKA USK dapat memotivasi pihak lain untuk terus membantu masyarakat yang masih memerlukan dukungan dan perhatian. Untuk masa depan, ia percaya bahwa berbagai masalah ekonomi dan pranata sosial lainnya harus ditangani secara terpadu, terstruktur, dan terintegrasi lintas sektor. Jika tidak, dikhawatirkan akan timbul dampak yang lebih kompleks dan akan lebih sulit untuk pemulihan.